Kalah dari yang Gratis
Beberapa minggu lalu saya bayar langganan Gemini Pro. Bukan karena butuh. Bukan karena ada proyek yang menuntut. Hanya karena tergoda tombol upgrade yang muncul di sudut layar, dengan harga bulanan yang tidak terasa mahal, dan janji fitur yang terdengar meyakinkan. Konteks panjang. Integrasi dengan ekosistem Google. Multimodal. Semua kata itu membentuk satu paket yang sepertinya bodoh kalau dilewatkan.
Saya klik. Kartu saya terpotong. Akun saya jadi Pro.
Lalu saya pakai. Beberapa hari pertama, semua terasa baru dan menyenangkan. Saya coba minta bantuan menulis, mengedit, ngoding. Hasilnya oke. Tidak buruk. Tapi juga tidak istimewa. Ada kalanya jawabannya generik, terlalu berhati-hati, seperti asisten yang takut salah. Ada kalanya saya harus mengulang pertanyaan dua tiga kali dengan cara berbeda supaya dapat jawaban yang saya mau.
Di sela-sela itu, saya iseng buka DeepSeek. Yang versi gratis. Bukan karena saya punya ekspektasi tinggi. Hanya karena penasaran, karena banyak orang membicarakannya. Dan sejak itu, saya mulai mempertanyakan kenapa saya bayar untuk sesuatu yang ternyata bisa saya dapatkan lebih baik secara cuma-cuma.
Bukan sekali dua kali DeepSeek memberi jawaban yang lebih tajam. Lebih cepat sampai ke inti. Lebih berani bilang kalau pertanyaan saya memang kurang jelas, alih-alih memaksakan jawaban yang panjang tapi kosong. Kode yang dihasilkan lebih bersih, lebih efisien, lebih sedikit hal yang harus saya perbaiki manual. Untuk pertanyaan yang sama, saya sering kali merasa DeepSeek benar-benar berpikir, sementara Gemini Pro hanya sedang berusaha terdengar pintar.
Ini bukan berarti Gemini Pro jelek. Bukan. Gemini Pro punya kelebihannya sendiri. Untuk mengerjakan dokumen panjang, untuk mengintegrasikan dengan Gmail dan Calendar, untuk membuat gambar dari deskripsi teks, dia memang lebih siap. Tapi untuk kebutuhan saya sehari-hari, yang kebanyakan adalah menulis dan ngoding, keunggulan itu jarang terpakai.
Mungkin saya memang salah pilih. Mungkin Gemini Pro bukan untuk orang seperti saya. Mungkin saya seharusnya berlangganan ChatGPT atau Claude, yang reputasinya lebih kuat untuk pekerjaan menulis. Tapi di sini ada satu poin yang tetap menarik, dan yang membuat saya terus kembali ke DeepSeek meskipun sudah bayar langganan lain: gratis.
DeepSeek dirilis sebagai aplikasi resmi pada pertengahan Januari 2025 dan langsung mengejutkan banyak orang karena performanya setara model-model besar yang berbayar, dengan biaya pelatihan yang jauh lebih murah. Paper teknis V3 menjelaskan arsitekturnya, dan paper R1 menjelaskan pendekatan reasoning-nya. Dua paper itu cukup untuk membuat orang seperti saya, yang bukan peneliti, mengerti kenapa model ini bisa sekuat itu tanpa perlu bayar miliaran dolar untuk melatihnya.
Yang lucu adalah, saat orang-orang berdebat soal siapa yang paling pintar, saya justru sedang menulis draft artikel ini sambil sesekali bertanya ke DeepSeek. Gemini Pro masih terbuka di tab sebelah, dan saya nyaris tidak menyentuhnya. Tab itu menganggur seperti majalah lama di ruang tunggu dokter.
Saya tidak akan bilang DeepSeek sempurna. Ada hal-hal yang kadang bikin saya kesal. Jawabannya kadang terlalu panjang. Kadang harus saya rem. Kadang konteks percakapan sebelumnya tiba-tiba terasa hilang. Kadang saya harus mengulang konteks dari awal. Tapi untuk sesuatu yang gratis, toleransi saya jauh lebih besar. Saya tidak merasa dianiaya. Saya tidak merasa uang saya hangus.
Berbeda dengan langganan yang saya bayar. Setiap kali jawabannya biasa-biasa saja, saya merasa ada yang salah. Setiap kali saya harus mengulang pertanyaan, saya merasa seperti membayar untuk sesuatu yang seharusnya lebih baik. Ini bukan hanya soal uang. Ini soal ekspektasi. Ketika Anda bayar, Anda berharap. Ketika gratis, Anda tidak berharap apa-apa, dan justru di situlah kejutan itu datang.
Beberapa hari yang lalu, saya mulai berpikir untuk berhenti berlangganan Gemini Pro. Bukan karena marah. Bukan karena ada drama. Hanya karena saya sadar bahwa saya sudah tidak memakainya lagi. Uangnya keluar tiap bulan, tapi saya tidak merasa ada yang hilang kalau saya tidak membukanya. Sementara DeepSeek, yang tidak menghabiskan satu sen pun dari kantong saya, justru jadi alat yang saya buka setiap hari.
Mungkin kedengarannya lebay. Mungkin juga banyak orang yang tetap setia pada Gemini Pro dan punya alasan kuat untuk itu. Tidak ada yang salah dengan itu. Setiap orang punya kebutuhan yang berbeda. Tapi untuk saya, pengalaman ini jadi pelajaran yang cukup jelas: harga bukan indikator kualitas. Reputasi bukan jaminan kepintaran. Dan yang gratis, kadang justru yang paling serius.
Kalau ada satu hal yang saya ambil dari semua ini, itu adalah pengingat bahwa kita hidup di masa yang aneh. Di satu sisi, perusahaan-perusahaan besar bersaing menghabiskan miliaran dolar untuk melatih model AI. Di sisi lain, sebuah perusahaan kecil dari Hangzhou berhasil membuat model yang bisa menyaingi mereka, dan membagikannya secara gratis ke seluruh dunia. Ini bukan cerita yang biasanya muncul di berita teknologi arus utama. Tapi ini nyata, dan saya mengalaminya sendiri.
Langganan Gemini Pro saya akan berakhir bulan depan. Saya belum memutuskan apakah akan memperpanjang. Yang jelas, kalau memperpanjang pun, ia akan tetap jadi tab yang menganggur, sementara DeepSeek yang gratis akan tetap jadi alat yang saya pakai tiap hari. Terkadang, yang paling murah memang yang paling jujur. Dia tidak berjanji apa-apa. Dia hanya bekerja. Dan kadang, itu sudah cukup.